Inti Artikel

Distemper adalah salah satu penyakit paling mematikan pada anjing — angka kematian bisa mencapai 80% pada anak anjing. Tidak ada obat. Konsultasi via WhatsApp.

Kesehatan

Distemper Anjing: Gejala, Penularan, Pencegahan & Tingkat Kematian

09 Maret 2026
2 min read
Distemper Anjing: Gejala, Penularan, Pencegahan & Tingkat Kematian

Distemper adalah mimpi buruk bagi pemilik anjing. Penyakit yang disebabkan oleh Canine Distemper Virus (CDV) ini menyerang hampir setiap sistem organ — pernapasan, pencernaan, dan sistem saraf. Tidak ada obatnya. Tapi sepenuhnya bisa dicegah.

Kenali gejalanya sedini mungkin — di fase awal, penanganan masih bisa meningkatkan peluang bertahan hidup.

Tahapan Gejala Distemper

Jangan Tunggu Sampai Parah!

Chat Dokter via WhatsApp
Fase 1 — Hari 3–6 Gejala Awal (Sering Dikira Flu Biasa)
  • Demam 39,5–41°C
  • Ingus/sekret hidung (awalnya bening, lama-lama kental kuning-hijau)
  • Mata merah, berair, kotoran mata
  • Tidak nafsu makan, lemas
  • Batuk kering, kemudian berlendir
Fase 2 — Minggu 2–3 Memburuk
  • Pneumonia — batuk parah, sesak napas
  • Diare (sering berdarah), muntah
  • Dehidrasi berat
  • Telapak kaki mengeras dan menebal (hyperkeratosis)
  • Hidung mengeras (hard pad disease)
Fase 3 — Fase Neurologis Prognosis Sangat Buruk
  • Kejang (konvulsi)
  • Twitching otot (mioklonus) — gerakan menghentak ritmis
  • Kepala miring, koordinasi hilang
  • Kelumpuhan sebagian
  • Perubahan perilaku, disorientasi

Anjing yang mencapai fase neurologis memiliki prognosis sangat buruk. Bahkan jika bertahan, kerusakan neurologis permanen sering terjadi.

Penanganan yang Bisa Dilakukan

Tidak ada obat yang membunuh virus distemper. Penanganan berfokus pada:

  • Antibiotik — untuk mencegah/mengobati infeksi bakteri sekunder (pneumonia)
  • Cairan IV — mengatasi dehidrasi akibat diare dan tidak mau makan
  • Antikonvulsi — mengendalikan kejang di fase neurologis
  • Nutrisi supportif — feeding tube jika tidak mau makan
  • Isolasi ketat — dari anjing lain, sangat menular

Kuncinya adalah deteksi dini. Semakin awal ditangani, semakin baik peluangnya.

Pencegahan: Vaksin adalah Satu-Satunya Cara

Vaksin DHPPi/DHPP (Distemper, Hepatitis, Parvo, Parainfluenza) adalah vaksin inti yang wajib untuk semua anjing:

Jadwal Anak Anjing:

  • • Dosis 1: usia 6–8 minggu
  • • Dosis 2: usia 10–12 minggu
  • • Dosis 3: usia 14–16 minggu
  • • Booster: 12 bulan setelah dosis terakhir

Anjing Dewasa:

  • • Jika belum pernah vaksin: 2 dosis selang 3–4 minggu
  • • Booster: setiap 1–3 tahun
  • • Jangan tunggu sampai pernah ketemu anjing sakit

Vaksinasi Anjing Bisa Dilakukan di Rumah

Dokter Birawa Vet melayani vaksinasi DHPPi dan rabies di rumah Anda — lebih aman untuk anak anjing yang belum boleh keluar, dan lebih nyaman untuk anjing yang stres di klinik.

Booking Vaksinasi ke Rumah

PENTING: Disclaimer Medis

Konten edukasi ini bukan pengganti pemeriksaan dokter hewan. Untuk diagnosa & perawatan, konsultasikan langsung ke dokter hewan. Chat drh. Arif via WhatsApp untuk konsultasi gratis 5 menit.

BV

Ditinjau Medis Oleh

Tim Medis Birawa

Artikel ini telah diverifikasi oleh tim medis kami untuk memastikan akurasi informasi kesehatan hewan.

Disclaimer Medis

Informasi di artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak dimaksudkan menggantikan konsultasi langsung dengan dokter hewan.

Setiap hewan memiliki kondisi unik. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika hewan peliharaan Anda sakit.

Bagikan Artikel

WhatsApp X / Twitter

Jadwalkan Vaksin ke Rumah

Dokter datang ke rumah. Core & non-core vaccine lengkap, buku vaksin resmi, tanpa antri klinik.

Baca Artikel Lainnya

Lihat Semua