Inti Artikel
Anjing cacingan bisa menyebabkan kematian jika diabaikan, terutama pada puppy. Kenali gejala anjing cacingan, jenis cacing yang paling. Konsultasi via WhatsApp.
Anjing Cacingan: Gejala, Jenis Cacing, Obat, dan Jadwal Pencegahan
Cacingan adalah salah satu masalah kesehatan paling umum pada anjing di Indonesia — dan salah satu yang paling sering diabaikan. Padahal infestasi cacing berat, terutama pada puppy, bisa menyebabkan anemia parah, malnutrisi, gagal organ, bahkan kematian.
Jenis Cacing yang Menyerang Anjing
Jangan Tunggu Sampai Parah!
Cacing Gelang (Toxocara canis)
Paling umum, terutama pada puppy. Panjang hingga 18 cm. Menular lewat kotoran, tanah, susu induk, atau tikus. Bisa menular ke manusia (zoonosis).
Cacing Tambang (Ancylostoma)
Sangat berbahaya — menghisap darah dari dinding usus. Menyebabkan anemia berat dan diare berdarah. Bisa masuk melalui kulit kaki anjing yang berjalan di tanah terkontaminasi.
Cacing Pita (Dipylidium)
Disebarkan oleh kutu yang tertelan saat anjing grooming. Terlihat sebagai segmen mirip biji wijen di kotoran atau anus. Tidak mempan obat cacing biasa — butuh Praziquantel.
Cacing Jantung (Dirofilaria immitis)
Paling mematikan — hidup di jantung dan arteri paru. Disebarkan oleh nyamuk. Studi prevalensi heartworm di Indonesia masih terbatas, tapi karena iklim tropis mendukung populasi nyamuk vektor sepanjang tahun, risiko paparan relevan untuk didiskusikan dengan dokter hewan. Tidak ada pengobatan yang aman dan terjangkau untuk anjing yang sudah terinfeksi — pencegahan adalah satu-satunya pilihan.
Gejala Anjing Cacingan
- Perut buncit, badan kurus (terutama puppy)
- Bulu kusam, rontok, dan kurang sehat
- Berat badan turun meski makan lahap
- Diare, kadang berdarah atau berlendir
- Muntah — kadang ada cacing terlihat
- Cacing terlihat di kotoran (seperti mie/spaghetti)
- Segmen cacing pita di sekitar anus
- Menggosok pantat ke lantai (scooting)
- Gusi pucat (tanda anemia berat)
- Batuk kronis (bisa tanda cacing jantung)
Jadwal Obat Cacing yang Direkomendasikan
| Usia / Kondisi | Frekuensi |
|---|---|
| Puppy 2–8 minggu | Setiap 2 minggu |
| Puppy 2–6 bulan | Setiap 1 bulan |
| Anjing dewasa indoor | Setiap 3 bulan (4x setahun) |
| Anjing dewasa outdoor / hunting | Setiap 1–2 bulan |
| Profilaksis cacing jantung | Setiap bulan (seumur hidup di area berisiko) |
Jangan Pakai Obat Cacing Manusia untuk Anjing
Beberapa obat cacing manusia berbahaya untuk anjing — terutama yang mengandung Ivermectin dosis tinggi yang bisa menyebabkan keracunan saraf. Ras Collie, Australian Shepherd, Sheltie, Border Collie, dan Old English Sheepdog memiliki MDR1 mutation yang membuat mereka sangat sensitif terhadap ivermectin — bahkan dosis pencegahan rutin bisa fatal. Untuk ras-ras ini, dokter biasanya memilih milbemycin atau spinosad. Selalu gunakan produk yang berlabel untuk anjing dan konsultasikan dosis dengan dokter hewan sesuai berat badan dan ras.
Panggil Dokter ke Rumah
Ingin tahu estimasi biaya?
Ditinjau Medis Oleh
Tim Medis Birawa
Artikel ini telah diverifikasi oleh tim medis kami untuk memastikan akurasi informasi kesehatan hewan.
Informasi di artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak dimaksudkan menggantikan konsultasi langsung dengan dokter hewan.
Setiap hewan memiliki kondisi unik. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika hewan peliharaan Anda sakit.
Bagikan Artikel
Hewan Senior Butuh Perawatan Khusus
Tidak yakin gejala anabul normal atau darurat? Ceritakan ke dokter kami — kami bantu evaluasi tanpa perlu langsung booking.
Baca Artikel Lainnya
Lihat Semua
Kelinci Tidak Mau Makan: Penyebab, Bahaya, dan Pertolongan Pertama
Kelinci tidak mau makan adalah kondisi darurat yang berbeda dari kucing atau anjing — sistem pencernaan kelinci bisa berhenti total. Konsultasi via WhatsApp.
Hamster Sakit: Gejala Bahaya & Kapan Harus ke Dokter
Hamster yang sakit sering menyembunyikan gejala hingga kondisinya parah. Kenali tanda-tanda hamster sakit yang tidak boleh diabaikan. Konsultasi via WhatsApp.
Kucing Bau Mulut: Penyebab, Bahaya, dan Cara Merawat Gigi Kucing
Mulut kucing berbau busuk bukan hal sepele — bisa jadi tanda penyakit gigi serius, gagal ginjal, atau diabetes. Kenali penyebab bau. Konsultasi via WhatsApp.